beragam

beragam

Jumat, 27 Agustus 2010

Aset Tolitoli Yang Dipandang Sebelah Mata

Tolitoli, merupakan daerah penghasil kerajinan yang berbahan baku cengkeh di provinsi Sulawesi Tengah. Namun, masyarakat di wilayah tersebut kurang peduli dengan hasil kerajinan yang dihasilkan dari daerahnya. Konsumen dari kerajinan tersebut kebanyakan dari luar pulau, atau bahkan dari mancanegara. Kerajinan yang dihasilkan seperti hiasan dinding, bingkai foto dan berbagai petung burung, perahu mini jarang terlihat di wilayah tersebut.
Tolitoli yang notabene merupakan penghasil cengkeh terbesar di wilayah Sulawesi Tengah tersebut kurang mendapatkan perhatian dari Pemkab. Kerajinan berbahan baku cengkeh yang sebenarnya menjadi komoditi unggulan tapi tersisih di daerah sendiri. Alat-alat produksi yang masih manual menjadi kendala dalam menanggapi pesanan dari konsumen. Para pengrajin industri rumahan berharap Pemkab memberikan bantuan yang dapat meningkatkan produktivitas kerajinan tersebut. Yang nantinya daerah Tolitoli sebagai objek wisata kerajinan dan dapat meningkatkan APD di wilayah Tolitoli sendiri.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Promosi Lewat Pameran Di Spanyol

Pada tanggal 2-6 juni kemarin, negara kita mendapatkan penghormatan dengan diikut sertakannya kerajinan kita pada pameran kerajinan yang diadakan dinegara Spanyol, tepatnya di Institucion Ferial de Canaris. Hal ini sangat menguntungkan kita dalam hal pemasaran produk dalam negeri kita. Yang notabene, Spanyol adalah tujuan wisata terpopuler no.3 di dunia, menurut Kepala badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN).
Pameran tersebut merupakan salah satu sarana promosi ekspor yang efektif untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Eropa yangdiharapkan terjadi kontak dagang sehingga nantinya akanmeningkatkan ekspor nonmigas Indonesia.(T.Ve/Gro/toeb). Beberapa label yang dipamerkan adalah milik 7 perusahaan seperti: PT.Mira Mira, PT. Bali Cahaya, SSS Silver, Natalia, Liu, PT Radyka Putra serta dinas koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.
karena barang konsumsi seperti makanan dan minuman yang berasal dari Indonesia sudah lebih dulu beredar dan diminati konsumen disana, tentunya kerajinan Indonesia pun juga jangan ketinggalan.
Pameran memang sarana yang tepat untuk ajang perkenalan atau promosi kerajinan yang sangat efektif. Yang harapannya nantinya banyak pelaku usaha yang akan menjalin kontrak dengan produsen yang berasal dari Indonesia.

"Mari kita dukung produk hasil dalam negeri kita tercinta ini"

Kamis, 05 Agustus 2010

BANGSA KITA SEMAKIN TERCURI

Ya tuhan, mengapa nasib bangsa kita yang sudah merdeka ini masih terjajah. Dalam hal ini yang kita maksud adalah milik kita kembali tercuri oleh bangsa lain, yaitu kerajinan tempurung kita telah di patenkan oleh bangsa Perancis. Menurut informasi bisa dipercaya yang saya baca, orang prancis tersebut tadinya merupakan pembeli produk dari kerajinan tempurung di lombok barat. Orang tersebut kemudian menjalin kerja sama dengan pengrajin tempurung. Setelah beberapa lama, orang perancis tersebut memutus jalinan kerja sama. Akhirnya pengrajin tempurung tersebut kelabakan. Namun akhirnya pemerintah daerah lombok membantunya untuk mendapatkan pembeli baru yang notabene juga orang perancis. Dan akhirnya pembeli yang kedua merasa berat karena harus membayar royality kepada pembeli pertama yang tanpa diduga dia telaah mempatenkan kerajinan dari bahan tempurung olehnya.

Mengapa kretifitas dan kekayaan yang kita miliki sering kali dicuri oleh bangsa lain? Sebenarnya apa yang salah dengan bangsa kita? Selalu saja dikibulin bangsa lain yang tanpa kita sadari.