beragam

beragam

Rabu, 27 Oktober 2010

Uang Koin adi Bahan Kerajinan???

Anda tahu jika peredaran mata uang kita sekarang uang receh semakin lama akan semakin menghilang di peredaran. Mengapa? Karena banyak masyarakat kita yang mengunakannya sebagai alat kerokan badan jika keluarga masuk angin. Maaf, saya cuma bercanda.. Ha ha ha
Bukan penyebab itu yang akan saya sampaikan. Menurt YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), banyak uang koin hilang karena kurangnya kepedulian masyarakat terhadap uang koin, sehingga sering terjadi penyelundupan. Dan mungkin masyarakat kurang menghargai nilai mata uang yang kita anggap kecil. Hal ini juga dibenarkan oleh Direktur Peredaran Uang BI. Bapak direktur mengatakan perbandingan dari pengembalian uang koin dari 30 yang diedarkan, hanya 20 yang dikembalikan.
Kasus penyelundupan uang koin itu sendiri tidak hanya terjadi pada negara tercinta kita saja, dinegara lain seperti negara tetangga kita pun banyak tejadi kasus serupa. Bahkan polisi sudah sering menghentikan dan mendapatkan kasus tersebut.
Kemudian apa hubungannya dengan kerajinan? Menurut dari data yang saya dapatkan, uang koin memiliki material yang sangat bagus untuk digunakan sebagai bahan dasar kerajinan. Sehingga dengan penggunaan bahan dasar uang koin para pengrajin akan mendapatka harga jual yang tentunya memuaskan

Senin, 27 September 2010

Pameran di Yunani

Berbagai produk khas Indonesia seperti kerajinan tangan, perabotan dari bambu, perhiasan perak, baju batik dan aksesoris, cermin, dan kerajinan dari kaca menyemarakkan anjungan Indonesia pada Thessaloniki International Fair (TIF) ke-75 di Thessaloniki, yang berlangsung hingga 19 September.
Pameran TIF yang digelar di kota kedua terbesar Yunani itu dibuka Perdana Menteri Yunani, George Papandreou, antara lain dihadiri para menteri, anggota parlemen, pemimpin partai politik, dubes negara asing, dan kalangan bisnis, ujar Sekretaris Kedua KBRI Athena, Widya Sinedu, dalam keterangannya Rabu.  PM Papandreou dalam pidato pembukaan menyampaikan program prioritas pemerintah partai berkuasa PASOK tahun 2011 di berbagai bidang termasuk peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan defisit dan pemberantasan korupsi. Ia juga menjelaskan tentang situasi ekonomi dan keuangan serta perkembangan upaya reformasi dan pemulihan yang sedang ditempuh pemerintah. 
Pada kesempatan itu, PM Papandreou menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada peserta dari berbagai negara yang tetap berpartisipasi pada TIF tahun ini meskipun Yunani sedang diliputi krisis ekonomi.  Partisipasi Indonesia pada Pameran Internasional Thessaloniki di Yunani itu dikoordinir BKPM bekerja sama dengan KBRI Athena itu menempati area seluas 36 meter persegi. Selain promosi produk-produk dari beberapa daerah, BKPM melakukan promosi peluang usaha dan investasi di Indonesia melalui business contact, presentasi video, display dan penyebaran brosur/ buku-buku kepada pengunjung selama pameran. 
Perusahaan UKM yang berpartisipasi pada pameran kali ini adalah Dati Handicraft, kerajinan tangan dari Jakarta Selatan, Shaniqua Bamboo perabotan bambu, UD Puspa Mega, perhiasan perak dari Bali, Daun Agel, kerajinan tangan dari Madura, serta Rudjito Glass & Craft, cermin dan kerajinan kaca dari Jawa Tengah dan Batik Chic dari Jakarta. KBRI Athena bekerja sama dengan Konsul Kehormatan RI di Thessaloniki, Dimitri Ramouglo juga ikut menampilkan berbagai perabotan dari Serat Pisang, sedangkan Darma Wanita KBRI Athena ikut menampilkan berbagai souvenir, pakaian dan selendang batik yang menarik perhatian pengunjung. 
Dalam pameran tersebut KBRI Athena ikut menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan The 25th Trade Expo Indonesia yang akan diadakan di Jakarta pada Oktober serta Tourism Indonesia Mart & Expo di Lombok, juga bulan Oktober.  Keikutsertaan Indonesia pada pameran TIF mendapat tanggapan yang sangat positif dengan ramainya pengunjung memadati stand yang didekorasi dengan suasana Indonesia yang sangat menarik.Antara Mazpri VOI News

Jumat, 27 Agustus 2010

Aset Tolitoli Yang Dipandang Sebelah Mata

Tolitoli, merupakan daerah penghasil kerajinan yang berbahan baku cengkeh di provinsi Sulawesi Tengah. Namun, masyarakat di wilayah tersebut kurang peduli dengan hasil kerajinan yang dihasilkan dari daerahnya. Konsumen dari kerajinan tersebut kebanyakan dari luar pulau, atau bahkan dari mancanegara. Kerajinan yang dihasilkan seperti hiasan dinding, bingkai foto dan berbagai petung burung, perahu mini jarang terlihat di wilayah tersebut.
Tolitoli yang notabene merupakan penghasil cengkeh terbesar di wilayah Sulawesi Tengah tersebut kurang mendapatkan perhatian dari Pemkab. Kerajinan berbahan baku cengkeh yang sebenarnya menjadi komoditi unggulan tapi tersisih di daerah sendiri. Alat-alat produksi yang masih manual menjadi kendala dalam menanggapi pesanan dari konsumen. Para pengrajin industri rumahan berharap Pemkab memberikan bantuan yang dapat meningkatkan produktivitas kerajinan tersebut. Yang nantinya daerah Tolitoli sebagai objek wisata kerajinan dan dapat meningkatkan APD di wilayah Tolitoli sendiri.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Promosi Lewat Pameran Di Spanyol

Pada tanggal 2-6 juni kemarin, negara kita mendapatkan penghormatan dengan diikut sertakannya kerajinan kita pada pameran kerajinan yang diadakan dinegara Spanyol, tepatnya di Institucion Ferial de Canaris. Hal ini sangat menguntungkan kita dalam hal pemasaran produk dalam negeri kita. Yang notabene, Spanyol adalah tujuan wisata terpopuler no.3 di dunia, menurut Kepala badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN).
Pameran tersebut merupakan salah satu sarana promosi ekspor yang efektif untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Eropa yangdiharapkan terjadi kontak dagang sehingga nantinya akanmeningkatkan ekspor nonmigas Indonesia.(T.Ve/Gro/toeb). Beberapa label yang dipamerkan adalah milik 7 perusahaan seperti: PT.Mira Mira, PT. Bali Cahaya, SSS Silver, Natalia, Liu, PT Radyka Putra serta dinas koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.
karena barang konsumsi seperti makanan dan minuman yang berasal dari Indonesia sudah lebih dulu beredar dan diminati konsumen disana, tentunya kerajinan Indonesia pun juga jangan ketinggalan.
Pameran memang sarana yang tepat untuk ajang perkenalan atau promosi kerajinan yang sangat efektif. Yang harapannya nantinya banyak pelaku usaha yang akan menjalin kontrak dengan produsen yang berasal dari Indonesia.

"Mari kita dukung produk hasil dalam negeri kita tercinta ini"

Kamis, 05 Agustus 2010

BANGSA KITA SEMAKIN TERCURI

Ya tuhan, mengapa nasib bangsa kita yang sudah merdeka ini masih terjajah. Dalam hal ini yang kita maksud adalah milik kita kembali tercuri oleh bangsa lain, yaitu kerajinan tempurung kita telah di patenkan oleh bangsa Perancis. Menurut informasi bisa dipercaya yang saya baca, orang prancis tersebut tadinya merupakan pembeli produk dari kerajinan tempurung di lombok barat. Orang tersebut kemudian menjalin kerja sama dengan pengrajin tempurung. Setelah beberapa lama, orang perancis tersebut memutus jalinan kerja sama. Akhirnya pengrajin tempurung tersebut kelabakan. Namun akhirnya pemerintah daerah lombok membantunya untuk mendapatkan pembeli baru yang notabene juga orang perancis. Dan akhirnya pembeli yang kedua merasa berat karena harus membayar royality kepada pembeli pertama yang tanpa diduga dia telaah mempatenkan kerajinan dari bahan tempurung olehnya.

Mengapa kretifitas dan kekayaan yang kita miliki sering kali dicuri oleh bangsa lain? Sebenarnya apa yang salah dengan bangsa kita? Selalu saja dikibulin bangsa lain yang tanpa kita sadari.

Selasa, 22 Juni 2010

Sekarang sudah banyak sekali produk-produk baik yang fisik maupun non fisik yang bisa kita dapatkan melalui internet. Naa, salah satunya yaitu dari kota Gudeg alias jogja. 
Dengan membuka situs http://www.jogjacraftcenter.com/index.php, anda bisa terhubung dengan toko kkerajinan online. Disitu anda bisa memilih barang-barang yang anda minati hanya dengan membayar lewat rekening yang anda miliki. Jadi anda tidak perlu harus pergi ke jogja.
Silahkan untuk berkunjung

Minggu, 20 Juni 2010

pasar kerajinan

hari minggu siang saya jalan-jalan di Solo yang di kenal sebagai kota budaya. di sana saya menemui pusat kerajinan yang kebanyak an berasal dari logam, terutama logam kuningan. Nah, pasar itu bernama pasar Triwindu. Pasarnya yang sedikit masuk gang kecil jadi sedikit sulit untuk ditemukan. Kala anda ingin tau lokasinya di daerah pinggir jalan slamet riyadi. Kalau dari arah semarang mau ke kraton solo kan ada pancuran menuju pasar Gede, itu kita belok kiri. Kemudian di perempatan lampu lalu lintas kita belok kiri, belok kirinya persis sebelah kantor Pos. Kira-kira 1 Km anda akan menemui perempatan kemudian ke kiri(ada petunjuknya belok kiri "arah pasar Triwindu", Nah, 50 m kemdian belok kanan masuk gang kecil arah masjid. Di situ anda akan menemui pasar Triwindu yang menjual berbagai kerajinan dari logam. Silahkan anda berkunjung dan Selamat berburu barang-barang antik.